Menerangi Kehidupan

SELAMAT DATANG DI BLOG TAUFIK YULIANTO | Follow X & instagram @taufikyulian21 |
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

21 Feb 2015

Ayo ke Kopeng

Gapura Kopeng (photo by iwantgoto)
Sudah lebih dari 20 tahun aku hidup dan dibesarkan di sini. Di sebuah desa di lereng gunung Merbabu. Dulu melihat pemandangan di sekitar rumah adalah lumrah dan hal biasa, tapi seiring jalannya waktu, sekarang melihat pemandangan di sekitar rumah adalah sebuah hal yang menakjubkan. Kalau kata bang Jebraw di JJM, pemandangannya pecah, men!.  
Secara administratif, Kopeng berada di wilayah kecamatan Getasan, kabupaten Semarang. Sedangkan secara geografis, Kopeng lebih dikenal berada di wilayah kota Salatiga, karena memang jarak dari kota Salatiga hanya sekitar 15 km. Bahkan, beberapa orang mengira bahwa Kopeng sudah masuk wilayah kabupaten Magelang, karena memang letaknya di perbatasan antara kabupaten Semarang dan kabupaten Magelang.
Rute menuju ke Kopeng sangat mudah karena berada di jalur penghubung antara kota Salatiga dan kota Magelang. Perjalanan bisa dilalui menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Berikut rute menuju Kopeng:
Kendaraan pribadi via Salatiga:
  1. Dari kota Salatiga - perempatan Pasar Sapi - arah Kopeng/Magelang langsung ikuti jalan raya.
  2. Dari Semarang - via Jalan Lingkar Salatiga - perempatan Kumpul Rejo (Salib Putih) - ke kanan arah Kopeng/Magelang langsung ikuti jalan raya.
  3. Dari Solo Raya -via Jalan Lingkar Salatiga - perempatan Kumpul Rejo (Salib Putih) - ke kiri arah Kopeng/Magelang langsung ikuti jalan raya.
Kendaraan pribadi via Magelang:
  1. Dari Yogyakarta - pertigaan Canguk - ke kanan arah Kopeng/Salatiga langsung ikuti jalan raya.
  2. Dari Semarang - pertigaan Canguk - ke kiri arah Kopeng/Salatiga langsung ikuti jalan raya.
Kendaraan umum via Salatiga:
  1. Dari Semarang turun di Pasar Sapi Salatiga - ikut bus jurusan Salatiga-Magelang atau kendaraan kecil jurusan Salatiga-Kopeng.
  2. Dari Solo Raya turun di Pasar Sapi Salatiga - ikut bus jurusan Salatiga-Magelang atau kendaraan kecil jurusan Salatiga-Kopeng.
Kendaraan umum via Magelang:
  1. Dari Yogyakarta turun di terminal bus induk (Canguk) kota Magelang - ikut bus jurusan Magelang-Salatiga.
  2. Dari Semarang turun di terminal bus induk (Canguk) kota Magelang - ikut bus urusan Magelang-Salatiga.
Tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah dengan udara yang masih segar, di Kopeng dan sekitarnya juga terdapat beberapa obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Ada Taman Wisata Kopeng, Kopeng Waterpark, Air Terjun Umbul Songo, Air Terjun Kali Pancur dan basecamp pendakian Gunung Merbabu via Cuntel, Kopeng.
Selain obyek wisata, di Kopeng juga terdapat hotel untuk acara-acara resmi kantor maupun komunitas lain. Ada Hotel Garuda, Hotel Catalina, Hotel Griya Loka Indah, dan beberapa motel-motel kecil lain.
Oleh-oleh khas Kopeng adalah sayur segar, buah dan bunga yang dijual di sepanjang jalan di sekitar kawasan Kopeng.

Selamat Datang di Kopeng ~ Selamat Berlibur 
Sunset dari Kopeng
Pemandangan dari Gunung Merbabu

Gunung Telomoyo dari Gardu Pandang Kopeng
Air Terjun Kali Pancur
Kopeng Waterpark (photo by info kopeng)
Hotel Garuda Kopeng (photo by Garnesia)
Pedagang Sayuran Kopeng (photo by teraswarta)
Share:

2 Jan 2015

Saparan di Lereng Merbabu

Setiap bulan Sapar (penanggalan Jawa) beberapa desa di lereng Gunung Merbabu memiliki sebuah hajatan besar. Sebuah acara yang diadakan setiap satu tahun sekali dalam penanggalan Jawa ini, telah dilakukan oleh warga desa secara turun temurun sampai sekarang. Acara yang biasa disebut oleh warga sekitar dengan sebutan acara Saparan. Beberapa desa yang melaksanakan acara Saparan ada di wilayah Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang dan beberapa Kecamatan di Kabupaten Magelang yang berada di lereng Merbabu, seperti Kecamatan Ngablak dan Kecamatan Pakis. Tak terkecuali sebuah dusun yang berada di wilayah desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yakni dusun Sidomukti.

Setiap dusun memiliki waktu yang berbeda dalam melaksanakan acara Saparan, tergantung dari waktu yang telah ditetapkan oleh tetua dusun tersebut pada zaman dahulu. Dusun Sidomukti memiliki dua pilihan hari untuk melaksanakan acara Saparan, yaitu hari Rabu Kliwon atau Kamis Kliwon. Penentuan harinya disepakati oleh warga dusun yaitu diambil hari yang berada paling akhir pada bulan Sapar tersebut.

Pada hari Saparan setiap rumah warga memiliki banyak makanan, bahkan makanan yang dihidangkan biasanya lebih banyak daripada saat lebaran Idul Fitri. Banyak juga makanan khas yang dihidangkan, seperti jadah, wajik, jenang, atau makanan tradisional lainnya. Hal lain yang menarik dari tradisi ini adalah ajaran untuk selalu menjaga silaturahim dengan kerabat, saudara dan teman kita. Biasanya pada acara Saparan, kerabat, saudara atau teman-teman akan saling berkunjung. Puncak acara Saparan adalah adanya pertunjukan kesenian yang ada dan berkembang di masyarakat. Dusun Sidomukti mewajibkan adanya pertunjukan wayang kulit semalam suntuk pada saat hari Saparan. Beberapa hari kemudian biasanya diadakan pertunjukan lain seperti kuda lumping, jaranan, campur sari atau dangdut. Biaya untuk mengadakan pertunjukan kesenian tersebut berasal dari iuran seluruh warga dusun.

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari acara Saparan adalah ajaran untuk selalu menjaga silaturahim dengan kerabat, saudara dan teman, nilai gotong royong dengan seluruh warga masyarakat, serta nilai untuk selalu menjaga tradisi, budaya serta kesenian yang ada di masyarakat.
Gunungan Hasil Bumi
Arak-arakan oleh Warga Dusun
Pertunjukan Wayang Kulit
Tumpeng untuk acara selamatan/ doa bersama seluruh warga
Makanan tradisional yang dibawa warga untuk doa bersama
Read More
Share:

Iqro'

Kawanku

Diberdayakan oleh Blogger.